Di sisi lain, manfaat lingkungannya jelas sangat besar. Dengan luas lahan TPA sekitar 4 hektare yang hampir penuh, teknologi ini diharapkan bisa menyusutkan volume sampah secara signifikan.
"Melalui proses penutupan membran dan ekstraksi gas metan, sampah organik akan hancur dan menyusut. Artinya, lahan yang tadinya penuh sampah ke depannya bisa kita fungsikan kembali. Masalah satu dekade ini akhirnya bisa selesai," tambah Agung penuh harap.
Ia juga menghargai komitmen Polda yang menjalankan semuanya sesuai aturan. Koordinasi dengan pemerintah pusat pun sudah dilakukan, terbukti dengan kunjungan Wakil Menteri ke lokasi beberapa waktu lalu.
Perkembangannya sekarang? Pemkot Pekanbaru sudah menandatangani MoU dengan PT ICE, pihak swasta yang akan mengelola sampah. Di lapangan, peralatan seperti pipa dan membran sudah berdatangan ke TPA Muara Fajar dan proses pemasangan sedang berjalan.
"Kami sudah MoU dengan PT ICE untuk penyewaan lahan TPA dan pipa-pipa. Membran sudah terpasang mungkin baru 30 persen," katanya merinci.
Wali Kota mendukung penuh gagasan Polda Riau ini, yang sejalan dengan upaya mewujudkan program ASRI. Ia yakin kolaborasi ini akan menjadi warisan berharga bagi sejarah pengelolaan lingkungan Pekanbaru.
"Intinya, kita sangat setuju dan mendukung penuh. Ini adalah langkah maju bagi Pekanbaru," pungkasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Lebih dari 1.200 Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Klaim Banyak Sasaran Sipil Hancur
Bareskrim Serahkan Rp 58,1 Miliar Hasil Rampasan Judi Online ke Kejaksaan Agung
Ketua Umum MUI Dukung Politik Bebas Aktif Presiden, Serukan Persatuan Hadapi Gejolak Global
Disdik DKI Cairkan KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa