“Prinsipnya, Bapak Presiden ingin ada pertemuan dengan Iran. Untuk jadi mediasi, dan Iran membuka diri,” papar Nusron seusai acara yang sama.
Ia menyebutkan sejumlah negara yang memberikan sokongan. “Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu dapat dukungan dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk Pakistan, termasuk juga dari UAE.”
Meski begitu, Nusron memilih untuk tidak berpanjang lebar. Rincian lebih lanjut, katanya, lebih tepat dijelaskan oleh pihak Kementerian Luar Negeri. Yang pasti, upaya mediasi ini mendapat sambutan hangat dari negara-negara yang merasakan langsung dampak konflik.
“Ini kan wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak menjelaskan detailnya,” ujarnya. “Tapi yang jelas, upaya beliau dapat support dari para pemimpin di sana.”
Artikel Terkait
Survei: Mayoritas Publik AS Nilai Trump Semakin Tidak Stabil di Tengah Ketegangan dengan Iran
Harga Emas Antam Turun Rp 25.000 per Gram, Buyback Ikut Merosot
Fadli Zon Bahas Strategi Paviliun Indonesia untuk Comeback di Venice Biennale 2026
Fitch Turunkan Outlook Kredit Indonesia, Pemerintah dan BI Tegaskan Fundamental Masih Kuat