ungkapnya lagi.
JK memandang momentum Jumat sebagai saat yang paling pas. Saat jutaan muslim berkumpul, suara hati mereka bisa disatukan dalam satu permohonan yang sama kepada Yang Maha Kuasa. Ia pun menaruh harap besar pada seluruh elemen masjid di tanah air untuk menyambut seruan ini.
"Ya, kita harap begitu (seluruh masjid). Jumatan, kan? Jumatan besok,"
tutupnya singkat namun penuh makna.
Ajakan ini bukan kali pertama JK menyuarakan perdamaian. Namun, seruan untuk aksi konkret melalui doa serentak di masjid-masjid ini memberi nuansa berbeda. Sebuah upaya untuk mengubah kekhawatiran menjadi ikhtiar, mengubah kepasrahan menjadi gerakan spiritual yang terorganisir. Esok, kita lihat apakah seruan ini bergema di setiap sudut negeri.
Artikel Terkait
Gubernur NTT Buka Dialog, PPPK Khawatirkan Ancaman Pemutusan Kerja
Nusron: Upaya Mediasi Prabowo Dapat Dukungan Negara Timur Tengah
Polres Kotamobagu Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Wartawan
Polres Jaksel Gelar Balap Lari 100 Meter Tengah Malam untuk Cegah Balap Liar