Trump Pimpin Dewan Perdamaian PBB: Sejarah Baru Resolusi Gaza Disetujui 13 Negara

- Selasa, 18 November 2025 | 13:40 WIB
Trump Pimpin Dewan Perdamaian PBB: Sejarah Baru Resolusi Gaza Disetujui 13 Negara

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan apresiasi terhadap hasil pemungutan suara Dewan Keamanan PBB yang mendukung proposal perdamaian untuk kawasan Gaza. Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa rencana ini akan membawa dampak positif bagi terciptanya stabilitas perdamaian global.

Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menegaskan: "Hasil voting ini secara resmi mengakui dan mendukung pembentukan DEWAN PERDAMAIAN yang akan saya pimpin langsung. Momen ini akan tercatat dalam sejarah Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai salah satu persetujuan terpenting yang pernah dibuat."

Berdasarkan laporan yang dirilis pada Selasa (18/11/2025), Trump menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya menyangkut perdamaian di Timur Tengah tetapi juga akan berkontribusi terhadap terwujudnya harmoni di berbagai belahan dunia.

Voting bersejarah yang dilaksanakan pada Senin (17/11) waktu setempat menghasilkan persetujuan terhadap resolusi Amerika Serikat mengenai pengiriman pasukan internasional ke Gaza. Meskipun mendapat dukungan mayoritas, beberapa negara tetap menyatakan penolakan terhadap inisiatif ini.

Hasil akhir pemungutan suara menunjukkan 13 negara mendukung resolusi tersebut, sementara Rusia dan China memilih untuk abstain. Tidak ada negara yang menggunakan hak veto dalam proses pengambilan keputusan ini.

Resolusi DK PBB 2803 menyoroti kondisi terkini yang dinilai membuka peluang bagi terciptanya jalan menuju penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina. Syarat utamanya adalah Otoritas Palestina melakukan reformasi struktural dan proses rekonstruksi Gaza menunjukkan kemajuan signifikan.

Dalam perkembangan draf resolusi, Washington awalnya tidak mencantumkan klausul khusus mengenai penentuan nasib sendiri rakyat Palestina. Amendemen kemudian ditambahkan untuk menjembatani kepentingan negara-negara Muslim dan Arab yang diharapkan dapat berkontribusi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di wilayah Gaza.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar