Pasar tradisional seperti Tiongkok, AS, dan India masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas kita, dengan porsi gabungan hampir 44 persen. Tapi yang menarik, pertumbuhan ekspor tertinggi justru datang dari negara-negara seperti Spanyol, Mesir, dan Pakistan. Bahkan ekspor ke kawasan Asia Tengah lainnya melesat lebih dari 112 persen.
Sementara di sisi impor, ceritanya agak berbeda. Nilai impor Januari 2026 tercatat 21,20 miliar dolar AS, naik cukup tajam 18,21 persen. Kenaikan ini terjadi baik di sektor migas maupun nonmigas. Yang menarik, impor barang modal melonjak paling tinggi, 35,23 persen, diikuti bahan baku dan barang konsumsi.
Menurut Budi, pola kenaikan impor ini justru sinyal yang baik. Ini menunjukkan ada peningkatan aktivitas produksi di sektor industri dan optimisme konsumen yang menguat di awal tahun.
“Hal ini sejalan dengan peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 51,2 pada Desember 2025 menjadi 52,6 pada Januari 2026, serta naiknya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 123,5 menjadi 127,0,”
jelasnya.
Impor nonmigas terbesar datang dari barang-barang seperti kendaraan udara dan bagiannya yang naik luar biasa, lebih dari 1.200 persen. Logam mulia dan garam serta semen juga mencatatkan kenaikan impor yang signifikan. Tiongkok, Australia, dan Jepang masih menjadi pemasok utama, tapi impor dari Prancis, Zimbabwe, dan Argentina justru mengalami pertumbuhan yang paling pesan.
Menutup penjelasannya, Budi Santoso menegaskan bahwa fondasi perdagangan di awal tahun ini terlihat kuat.
“Secara keseluruhan, kinerja perdagangan Januari 2026 menunjukkan fondasi yang kuat di awal tahun. Kondisi ini ditopang oleh konsistensi surplus neraca perdagangan, penguatan ekspor industri pengolahan, serta peningkatan pada aktivitas produksi dan kepercayaan konsumen domestik,”
tutupnya.
Penulis: Intan Kw
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Mensos Kritik Ego Sektoral Data, Soroti Pentingnya Data Tunggal untuk Bansos
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Rp 442 Juta untuk Ojol Korban Kecelakaan Kerja
Serangan Iran ke Teluk Picut Kecaman dan Perkuat Dukungan untuk AS-Israel
Gubernur Jateng Bantah Pernyataan Fadia, Klaim Tak Ada Bersamaan Saat OTT KPK