Status Awas! Semeru Muntahkan 57 Kali Gempa dalam 6 Jam

- Kamis, 20 November 2025 | 08:55 WIB
Status Awas! Semeru Muntahkan 57 Kali Gempa dalam 6 Jam
Update Status Gunung Semeru

Status Gunung Semeru sudah dinaikkan ke level tertinggi, yaitu Awas atau Level IV. Peningkatan status ini menyusul letusan dahsyat yang terjadi baru-baru ini. Yang cukup mencemaskan, tercatat ada 32 kali gempa guguran dalam periode waktu yang relatif singkat.

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, yang diterima kantor berita Antara pada Kamis (20/11/2025), rangkaian gempa guguran itu terjadi dalam kurun enam jam. Mulai dari pukul 00.00 dini hari tadi hingga pukul 06.00 WIB. "Aktivitas Gunung Semeru untuk pengamatan kegempaan tercatat 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 69-108 detik," jelas Yadi melalui laporan tertulis dari Lumajang.

Tapi itu belum semuanya. Gunung yang berdiri kokoh di perbatasan Lumajang dan Malang itu juga mengalami 25 kali gempa letusan atau erupsi. Amplitudonya lebih besar, antara 10-22 mm, dengan durasi yang juga lebih panjang, yakni 71-141 detik.

Selain dua jenis gempa itu, ada juga catatan untuk satu kali gempa embusan dengan amplitudo 3 mm dan lama gempa 67 detik. Ditambah lagi, terpantau satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 mm. "S-P 21 detik dan lama gempa 77 detik," tuturnya melengkapi data.

Kalau dilihat secara visual, kondisi Semeru saat itu terlihat cukup jelas meski kadang tertutup kabut. Asap kawahnya sendiri tidak teramati. Cuaca dilaporkan mendung dengan angin yang bertiup lemah ke arah utara, tenggara, dan selatan.

Nah, soal status Awas ini, Yadi menjelaskan bahwa penetapannya sudah berlaku sejak Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB. Alasannya jelas, karena ada peningkatan aktivitas yang signifikan. Menyikapi hal ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun mengeluarkan sejumlah imbauan keras.

Masyarakat diminta untuk sama sekali tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Jaraknya cukup jauh, mencapai 20 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Bahkan, untuk mereka yang berada di luar jarak itu, tetap ada larangan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Ini penting karena kawasan tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa datang tiba-tiba.

PVMBG juga menegaskan agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari kawah. Daerah itu dianggap rawan bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat diminta untuk terus mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar yang bisa mengalir deras melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru. Terutama sekali di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga mengintai di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Situasinya benar-benar mengharuskan kewaspadaan maksimal dari semua pihak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar