begitu bunyi pernyataan terpisah dari kementerian. Sebelumnya, di pagi hari yang sama, sebuah drone terpisah juga dilaporkan telah dijatuhkan di Provinsi Timur.
Rentetan serangan ini seolah jadi menu harian yang makin kerap. Latar belakangnya jelas: ketegangan regional yang memanas. Iran, menurut sejumlah analisis, disebut sedang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi basis militer Amerika Serikat. Semua ini merupakan bagian dari gelombang balasan atas serangan koordinasi AS dan Israel yang terjadi sejak akhir pekan sebelumnya.
Serangan sehari sebelumnya juga sudah terjadi. Mayor Jenderal Turki al-Malki, juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menghancurkan delapan drone yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa pagi.
Jadi, dalam dua hari saja, puluhan ancaman udara telah dihadang. Situasinya tegang, dan langit di Semenanjung Arab terasa tak pernah benar-benar tenang belakangan ini.
Artikel Terkait
Progres Pembangunan Jembatan Pascabencana di Sumatera Bervariasi, Sumbar Paling Tertinggal
Bitcoin Bertahan di Support Kunci USD 68.000 di Tengah Ketegangan Geopolitik
Bocah 12 Tahun Tewas Bersimbah Darah Ditemukan di Bawah Kasur di Bandung Barat
Iran Klaim Luncurkan 40 Rudal Balasan ke Target AS dan Israel