tambahnya lagi.
Harapannya sih sederhana. Lewat kegiatan ini, pemahaman praja tentang tugas BNPP bisa makin dalam. Sinergi dengan IPDN juga diharapkan makin kuat. Di akhir sambutannya, Makhruzi menyelipkan harapan yang lebih personal.
ucapnya.
Di sisi lain, Nur Kholis dari Kelompok Ahli BNPP membawa perspektif yang berbeda. Ia mengajak para mahasiswa untuk melihat perbatasan dari kacamata yang lebih luas, bahkan global. Ia memaparkan teori, evolusi konsep, hingga fungsi strategis kawasan perbatasan di berbagai negara. Tak lupa, isu strategis seperti HAM dan pentingnya pola pikir kritis buat calon aparatur juga disorot.
Kegiatan yang dimoderatori Dr. Maris Gunawan Rukmana ini dinilai BNPP sebagai langkah awal yang penting. Mereka berharap, selain meningkatkan pemahaman, program ini bisa menumbuhkan kesadaran akan arti penting pembangunan perbatasan. Dan yang utama, memperkuat komitmen anak muda untuk mendukung pengelolaan perbatasan yang berdaulat.
Jadi, lewat BNPP MENYALA, komitmen untuk hadir di tengah generasi muda terus diwujudkan. Membangun sinergi dengan kampus, menyiapkan SDM aparatur yang tak cuma pintar secara administratif, tapi juga punya wawasan kebangsaan yang kuat. Siap mengabdi di ujung-ujung negeri.
Artikel Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Polda Metro Jaya Gunakan Peci, Jilbab, dan Tim Shalawat untuk Amankan Aksi di Ramadan
Indramayu Kokoh Sebagai Lumbung Ikan Jawa Barat, Kontribusi Capai 34%
Kapolda Banten Tinjau Persiapan Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan