Kalimantan Barat jadi lokasi pertama program terbaru BNPP RI. Namanya BNPP MENYALA, singkatan dari Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa. Intinya, badan itu ingin ngobrol langsung dengan para calon birokrat muda soal kompleksnya urusan perbatasan.
Acara perdana digelar di IPDN Kampus Kalimantan Barat, Selasa lalu. Ini cikal bakal rangkaian sosialisasi yang rencananya bakal menjangkau delapan ibu kota provinsi perbatasan. Pesertanya? Para praja IPDN dan mahasiswa dari berbagai kampus negeri.
Forumnya sendiri dibuat santai tapi serius. Tujuannya jelas: membuka ruang diskusi langsung antara BNPP dengan para praja. Lewat pendekatan ini, berbagai tantangan, dinamika, sampai peluang pembangunan di kawasan terdepan Indonesia bisa dibicarakan lebih cair.
Sekretaris BNPP RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, hadir dan menyampaikan pesan kunci. Menurutnya, mengelola perbatasan itu bukan pekerjaan biasa. Butuh aparatur yang paham lintas sektor dan punya kemampuan koordinasi mumpuni.
Begitu tegas Makhruzi dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Materi yang dibahas cukup beragam. Mulai dari pengenalan batas wilayah, konsep pengelolaan, peran penting Pos Lintas Batas Negara (PLBN), sampai isu-isu aktual yang lagi hangat. Makhruzi juga menekankan, kehadiran negara di perbatasan bukan cuma urusan administrasi belaka. Lebih dari itu, untuk menjaga dan memupuk nasionalisme warga di tapal batas.
Artikel Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok
Polda Metro Jaya Gunakan Peci, Jilbab, dan Tim Shalawat untuk Amankan Aksi di Ramadan
Indramayu Kokoh Sebagai Lumbung Ikan Jawa Barat, Kontribusi Capai 34%
Kapolda Banten Tinjau Persiapan Mudik Roda Dua di Pelabuhan Ciwandan