Pagi ini, IHSG langsung terjun ke zona merah. Tak tanggung-tanggung, pelemahannya cukup dalam. Pada pembukaan perdagangan Rabu (4/3/2026), indeks berada di 7.896,377. Namun, hanya dalam hitungan menit, situasi berubah drastis.
Data yang terekam hingga pukul 09.23 WIB menunjukkan IHSG anjlok 185,588 poin atau 2,34 persen ke level 7.754,178. Pergerakannya pun liar, sempat menyentuh level tertinggi 7.897,812 sebelum terhempas ke posisi terendah 7.736,918. Suasana di lantai bursa tentu saja tegang.
Mayoritas saham ikut terperosok. Dari ratusan emiten yang diperdagangkan, hanya 104 yang berhasil bertahan di wilayah hijau. Sementara itu, 541 saham lainnya terkapar, dan 82 saham stagnan tanpa perubahan berarti. Transaksi pagi ini sudah mencatatkan volume fantastis, lebih dari 10 miliar saham dengan nilai sekitar Rp5,368 triliun. Kapitalisasi pasarnya sendiri tercatat Rp13.858,006 triliun.
Tekanan Global yang Tak Terhindarkan
Pelemahan ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Sehari sebelumnya, pasar global sudah menunjukkan wajah muram. Wall Street ditutup melemah dengan Dow Jones turun 0,83%, S&P 500 melemah 0,94%, dan Nasdaq yang anjlok 1,02%. Bahkan, Dow sempat terjerembab lebih dari 1.200 poin akibat gejolak terkait konflik Iran, sebelum akhirnya sedikit memulihkan diri.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Bagian dari Strategi Diplomasi Ekonomi
Hujan Deras Putuskan Akses Jalan dan Listrik, Dusun Wana di Palu Terisolasi
Pengusaha Rokok Minta Maaf Langsung ke Korban Tabrak Lari, Janji Tanggung Biaya dan Pendidikan
Jawa Tengah Lantik 164 Kepala Sekolah dan 3.035 PNS Baru untuk Perkuat Mutu Pendidikan