Suasana di Spotify Camp Nou masih terasa tegang, meski laga sudah usai. Rabu dini hari tadi, Barcelona menghadapi misi yang hampir mustahil: membalikkan ketertinggalan agregat 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Hasilnya? Mereka menang 3-0 di kandang sendiri, tapi itu tak cukup. Agregat akhir 3-4 memastikan Los Colchoneros yang melangkah ke final.
Memang, sejak wasit meniup peluit awal, Barca langsung menyerang habis-habisan. Mereka tak punya pilihan lain. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-29. Marc Bernal, sang gelandang muda, berhasil menuntaskan umpan silang Lamine Yamal. 1-0.
Jelang turun minum, hadiah penalti datang. Raphinha yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakannya. Gawang Juan Musso bobol untuk kedua kalinya. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0, membawa secercah harapan bagi suporter Blaugrana.
Namun begitu, babak kedua berjalan dengan pola serupa. Atletico memilih bertahan rapat, membiarkan Barcelona menguasai permainan. Upaya demi upaya digagalkan oleh barisan pertahanan yang solid dan sedikit keberuntungan. Baru di menit ke-72, Bernal kembali menjadi pahlawan. Umpan lambung Joao Cancelo disambutnya dengan sempurna, mencatatkan gol ketiga sekaligus brace untuk dirinya sendiri.
Sayangnya, tiga gol itu adalah akhir dari segalanya. Atletico bertahan dengan gigih. Beberapa peluang lain, termasuk tembakan voli Gerard Martin di menit 89, gagal menemui sasaran. Peluit panjang pun berbunyi, mengakhiri drama dan mimpi Barcelona. Mereka menang di laga ini, tapi kalah dalam perang agregat.
Artikel Terkait
Tiga Terdakwa Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi Dibebaskan Murni
Rusia Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Namun Sikapnya Tetap Terukur
Pembalap MotoGP Joan Mir dan Luca Marini Bantu Pembuatan Ogoh-ogoh di Bali
Pasar Saham AS Melemah Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah