"Karena perlu diketahui, dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut," ujarnya.
Jumlahnya? Ada 15 WNI di Teheran yang setuju untuk dievakuasi. Prosesnya sendiri tidak bisa serta-merta. Pemerintah masih harus mengatur banyak hal, apalagi dengan kondisi ruang udara yang masih tutup. Itu jadi kendala utama.
"Ada 15 di Teheran, ini lagi diatur kapan, kan ruang udara juga lagi ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku. Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan itu perlu dihitung logistik. Orangnya sehat atau tidak, segala macem. jadi nggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga," jelas Sugiono, merinci kompleksitas operasi yang dihadapi.
Jadi, meski perintah sudah diberikan, eksekusinya membutuhkan waktu dan perhitungan matang. Perjalanan darat yang panjang ke Baku, misalnya, harus dipersiapkan dengan sangat cermat, mulai dari logistik hingga kondisi fisik para WNI.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Ajukan ABT Rp 181 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi
Hasan Wirajuda Ingatkan Syarat Mediasi: Niat Baik Tak Cukup, Harus Ada Penerimaan Kedua Pihak
Persija Tertahan Imbang Borneo, Peluang Kejar Persib Makin Tipis
Menaker Dorong Transparansi Bonus Hari Raya untuk Driver dan Kurir Online