Langkah antisipasi ini memang terasa mendesak. Bagaimana tidak? Saat ini, tercatat ada sekitar 58.000 jemaah umrah asal Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Jumlah yang tidak sedikit.
Di sisi lain, meski sebagian jemaah sudah berhasil pulang, perjalanan mereka tak selalu mulus. Banyak yang terkendala masalah penerbangan transit. Akibatnya, tak sedikit yang terpaksa tertahan di negara persinggahan. Sementara itu, di tanah air, calon jemaah pun ikut merasakan dampaknya. Banyak yang terpaksa batal berangkat karena jadwal penerbangan maskapai asing serba tak pasti.
Jadi, situasinya memang rumit. Pemerintah sepertinya berusaha menjawab kekhawatiran itu dengan skema-skema tadi. Tapi, di lapangan, efektivitasnya masih harus dilihat.
Artikel Terkait
Menteri Kehutanan Murka, 15 Tersangka Kasus Gajah Sumatera Dimutilasi di Riau
Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Tetap di Board of Peace di Tengah Desakan MUI
Pemerintah Siap Evakuasi 15 WNI dari Teheran Lewat Jalur Darat ke Azerbaijan
Iran Tutup Selat Hormuz, 20% Pasokan Minyak Global Terancam