Jakarta, Senin (2/3) – Ruang rapat di Jakarta itu dipenuhi para pejabat tinggi. Mereka berkumpul untuk membahas satu agenda besar: Operasi Ketupat 2026. Dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, rapat koordinasi lintas sektoral ini juga dihadiri Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama puncak arus mudik nanti.
Acara itu sendiri terbilang lengkap. Hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Tak ketinggalan perwakilan dari TNI, Polri, dan sejumlah BUMN. Kerumunan pejabat dari berbagai lini pemerintahan ini jelas menunjukkan satu hal: sinergi nasional untuk pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 diambil sangat serius.
Dalam kesempatan itu, Awaluddin memaparkan fokus perusahaannya. Bagi Jasa Raharja, Angkutan Lebaran tahun depan bukan cuma soal santunan. Lebih dari itu.
"Tugas kami adalah memastikan negara hadir dengan cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat masyarakat menghadapi risiko kecelakaan," tegas Awaluddin.
Menurutnya, keberhasilan operasi besar seperti ini sangat bergantung pada kolaborasi. Jasa Raharja, yang berperan memberi perlindungan sosial, mustahil bekerja sendirian. Ia lantas merinci sejumlah persiapan yang sudah digeber sejak awal tahun.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Ajukan ABT Rp 181 Triliun untuk Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi
Hasan Wirajuda Ingatkan Syarat Mediasi: Niat Baik Tak Cukup, Harus Ada Penerimaan Kedua Pihak
Persija Tertahan Imbang Borneo, Peluang Kejar Persib Makin Tipis
Menaker Dorong Transparansi Bonus Hari Raya untuk Driver dan Kurir Online