Kapolri Pimpin Rapat Koordinasi, Siapkan Operasi Ketupat 2026 untuk Arus Mudik 143,9 Juta Orang

- Rabu, 04 Maret 2026 | 03:00 WIB
Kapolri Pimpin Rapat Koordinasi, Siapkan Operasi Ketupat 2026 untuk Arus Mudik 143,9 Juta Orang

Jakarta, Senin (2/3) – Ruang rapat di Jakarta itu dipenuhi para pejabat tinggi. Mereka berkumpul untuk membahas satu agenda besar: Operasi Ketupat 2026. Dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, rapat koordinasi lintas sektoral ini juga dihadiri Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen nyata perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama puncak arus mudik nanti.

Acara itu sendiri terbilang lengkap. Hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Tak ketinggalan perwakilan dari TNI, Polri, dan sejumlah BUMN. Kerumunan pejabat dari berbagai lini pemerintahan ini jelas menunjukkan satu hal: sinergi nasional untuk pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 diambil sangat serius.

Dalam kesempatan itu, Awaluddin memaparkan fokus perusahaannya. Bagi Jasa Raharja, Angkutan Lebaran tahun depan bukan cuma soal santunan. Lebih dari itu.

"Tugas kami adalah memastikan negara hadir dengan cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat masyarakat menghadapi risiko kecelakaan," tegas Awaluddin.

Menurutnya, keberhasilan operasi besar seperti ini sangat bergantung pada kolaborasi. Jasa Raharja, yang berperan memberi perlindungan sosial, mustahil bekerja sendirian. Ia lantas merinci sejumlah persiapan yang sudah digeber sejak awal tahun.

"Koordinasi dengan Kakorlantas dan Menhub sudah jalan. Kami bahkan turun langsung survei ke beberapa jalur tol dan jalan arteri bareng Jasa Marga. Cek kesiapan titik-titik kritis seperti pelabuhan Bakauheni-Merak juga sudah dilakukan," ujarnya menjelaskan.

Di sisi lain, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan timeline operasi. Operasi Ketupat 2026 rencananya bakal digelar selama 13 hari, tepatnya dari 13 hingga 25 Maret 2026. Angka pergerakan masyarakat diprediksi tetap masif, meski ada penurunan sedikit. Survei Kemenhub memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan, turun 1,75 persen dari tahun 2025.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian operasi sebelumnya," kata Dedi. "Dengan potensi sebanyak itu, kami bersama stakeholder lain akan optimalkan manajemen lalu lintas. Mulai dari ganjil-genap, one way, contraflow, sampai buffer zone di pelabuhan. Tujuannya satu: rasa aman bagi masyarakat."

Lalu, apa bentuk kesiapan Jasa Raharja? Perusahaan yang berada di bawah ekosistem Danantara Indonesia ini mengerahkan sumber daya tidak main-main. Sekitar 2.000 petugas akan disiagakan secara nasional. Mereka juga membentuk 29 tim reaksi cepat di semua kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi, plus mendirikan 15 tenda taktis di lokasi strategis. Tidak ketinggalan, hampir dua ribu titik imbauan keselamatan lalu lintas akan dipasang.

Pada akhirnya, kehadiran Jasa Raharja dalam rapat strategis itu punya pesan kuat. Mereka ingin memastikan perlindungan bagi masyarakat berjalan cepat dan tepat sasaran. Dengan dukungan penuh insan Jasa Raharja di seluruh Indonesia, skema asuransi kecelakaan diharapkan bisa menjadi penguat pelayanan publik yang nyata sebuah wujud komitmen untuk melayani sepenuh hati di momen pulang kampung terbesar negeri ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar