Semeru Muntahkan Awan Panas 14 Kilometer, Status Siaga Jadi Awas

- Kamis, 20 November 2025 | 11:20 WIB
Semeru Muntahkan Awan Panas 14 Kilometer, Status Siaga Jadi Awas

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan amarahnya. Rabu (19/11/2025) siang, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tiba-tiba erupsi, memuntahkan kolom abu yang menjulang sekitar 2.000 meter ke angkasa. Tak hanya itu, awan panas pun meluncur dengan jarak yang cukup jauh, mencapai 7 kilometer.

Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hari itu dimulai dengan kondisi yang tampak biasa saja. Pukul 13.00 WIB, puncak dan lereng Semeru masih diselimuti kabut dengan hujan berintensitas sedang. Visual gunung sama sekali tak terlihat.

Namun suasana tenang itu tak berlangsung lama. Sekitar pukul 14.13 WIB, Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru mendeteksi getaran pertama. Seismogram mereka mencatat Erupsi atau Awan Panas Guguran (APG) dengan amplitudo maksimal 25 mm. Inilah awal dari rangkaian letusan yang mencemaskan.

Hanya berselang 12 menit, pada pukul 14.25 WIB, material vulkanik mulai meluncur. Lava dan awan panas mengarah ke DAS Curah Koboan, mencapai jarak 4 kilometer dari puncak. Sepuluh menit kemudian, luncuran itu bertambah jauh jadi 5 km. Lalu, pukul 15.37 WIB, jaraknya bertambah lagi menjadi 5,5 km dengan getaran banjir yang tercatat 38 mm.

Eskalasi terus berlanjut. Pukul 16.08 WIB, luncuran awan panas sudah mencapai 8 km. Hanya empat menit berselang, jaraknya bertambah menjadi 8,5 km. Situasi yang kian memburuk ini memaksa pihak berwenang mengambil tindakan tegas: status Semeru dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Namun begitu, gunung itu tak juga mereda. Pukul 16.45 WIB, material vulkanik sudah meluncur sejauh 11 km. Dampaknya langsung terasa. Arus lalu lintas di jalur Lumajang-Malang via Gladak Perak terpaksa ditutup demi keselamatan.

Sepuluh menit kemudian, kondisi kian mencekam. Luncuran awan panas mencapai 13 km dan sudah sampai di Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Lalu, pada pukul 17.00 WIB, jaraknya bertambah lagi menjadi 14 km. Material vulkanik ini dilaporkan telah melewati Gladak Perak. Tak ada pilihan lain, status pun dinaikkan ke level tertinggi: Level IV (Awas).

Pukul 18.11 WIB, satu erupsi signifikan kembali terekam. Awan panas dengan amplitudo 45 mm dan durasi lebih dari 14.000 detik meluncur dengan jarak lebih dari 13 km ke arah tenggara selatan, tepatnya ke Besuk Kobokan.

PVMBG menegaskan, Awan Panas Guguran dari Semeru ini tercatat dengan amplitudo maksimum 45 mm. Jarak luncurannya mencapai sekitar 13 kilometer dari puncak, disertai kepulan asap yang sangat pekat. Sebuah akhir hari yang mencemaskan bagi warga di sekitar lereng Semeru.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar