KPK kembali memanggil Henri Lincoln, Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Pemeriksaan ini masih berkaitan dengan kasus suap ijon proyek yang menjerat mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara. Penyidik terus menelusuri, dari mana saja aliran dana ke Ade Kuswara itu berasal.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pihaknya sedang menyelidiki keterlibatan berbagai dinas. "Dalam kasus ijon proyek ini, pihak swasta seperti Sarjan (SRJ) kan mengerjakan proyek di beberapa dinas di Bekasi," ujarnya di gedung KPK, Selasa lalu.
"Nah, dugaan aliran uang ke Bupati juga didapat dari beberapa dinas itu. Itu yang masih kami telusuri. Makanya, kami perlu keterangan dari sejumlah saksi untuk memperjelas skemanya," lanjut Budi.
Soal pemanggilan berulang terhadap Lincoln, Budi punya penjelasan sederhana. Artinya, banyak hal yang masih perlu dijelaskan sang pejabat. "Kalau saksi dipanggil berkali-kali, ya berarti banyak keterangan dari pengetahuannya yang kami butuhkan," katanya.
Keterangan dari Lincoln nantinya akan dicocokkan dengan saksi lain. Tujuannya jelas: untuk menguatkan bukti yang sudah ada. Di sisi lain, penyelidikan ini tampaknya masih akan berlanjut ke beberapa titik lainnya.
Artikel Terkait
Adhiya Muzzaki Divonis Bebas dalam Kasus Perintangan Penyidikan Korupsi
Menlu Perintahkan Evakuasi 15 WNI dari Teheran, Prosesnya Terkendala Penutupan Ruang Udara
Pemerintah Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Dukungan untuk Palestina Pasca Pertemuan dengan Mantan Presiden
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai