Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran telah mengakibatkan korban jiwa di kalangan sipil. Jumlahnya, menurut laporan yang beredar, mencapai ratusan orang. Sasaran serangan ini disebut-sebut adalah fasilitas nuklir dan rudal balistik, tak luput juga sejumlah petinggi pemerintahan.
Amir Saeid Iravani, Utusan Iran untuk PBB, langsung membawa persoalan ini ke meja Dewan Keamanan. Dalam pengaduannya, Iravani tak ragu menuding Amerika Serikat.
Negara itu, katanya, telah jelas-jelas melanggar hukum internasional. Bahkan, ia menyebut pihak AS layak dicap sebagai penjahat perang atas aksi ini.
Di sisi lain, situasi di lapangan masih tegang. Serangan yang terjadi bukan hanya soal angka korban, tetapi telah memicu gelombang kecaman dan kekhawatiran baru mengenai stabilitas kawasan. Menurut sejumlah saksi, dampaknya terasa luas dan meninggalkan kepiluan mendalam bagi keluarga korban.
Namun begitu, respons dari pihak yang dituding masih dinantikan. Insiden ini, seperti yang kerap terjadi, kembali mempertajam ketegangan lama yang seakan tak kunjung menemui titik terang.
Artikel Terkait
Menlu: Pembahasan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Ditangguhkan Sementara
Indonesia Siapkan Prabowo Jadi Mediator Iran-AS, Tunggu Izin Kedua Pihak
Cap Go Meh Bogor: Pawai Ke-24 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi
Karyawan Toko Rempah Tersangka Pembunuhan Sadis Majikan di Cisarua