"Saya merasa itu mungkin terlalu sering, jadi saya berkata, 'Rose, demi kesehatan rambut dan kulit kepalamu, bagaimana kalau kita beri jeda waktu yang sedikit lebih lama?'"
"Tapi Rose mengatakan, 'Dibandingkan kesehatan rambut dan kulit kepala saya, yang lebih penting bagi saya adalah bagaimana saya terlihat di hadapan publik,'"
ChaCha mengulang perkataan itu. Sebuah pernyataan yang, mau tak mau, menunjukkan tingkat dedikasi dan kesadaran Rose akan image dirinya di mata fans. Prioritasnya jelas.
Ceritanya belum selesai. Komitmen Rose ternyata berimbas juga pada jadwal ChaCha. Karena siklus dua mingguan itu tak boleh telat, seringkali ChaCha harus terbang ke luar negeri ke Amerika Serikat atau Paris hanya untuk mengecat akar rambut Rose. Perjalanan kilat, satu hari pulang-pergi.
Namun begitu, Rose tak mau merepotkan timnya begitu saja. ChaCha mengungkapkan bahwa Rose selalu memesankan tiket pesawat kelas bisnis untuk perjalanan singkatnya itu. Sebuah gestur yang dia hargai bukan main.
"Hanya karena seseorang kaya bukan berarti mereka otomatis memesan kelas bisnis. Itu menunjukkan betapa dia peduli kepada saya. Hal itu membuat saya bekerja lebih keras lagi,"
pungkas ChaCha.
Jadi, di balik kilau pirang yang memesona itu, ada sebuah ritual perawatan yang hampir seperti sebuah disiplin militer. Ada perjalanan darat dan udara, ada percakapan serius tentang prioritas, dan ada juga perhatian yang membuat sebuah hubungan kerja profesional terasa lebih manusiawi. Semua itu demi satu warna rambut yang sudah menjadi bagian dari legenda seorang Rose.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Yaqut Tuntut Pembatalan Status Tersangka, Sebut Bukti KPK Cacat Hukum
KPK Tangkap Tangan Bupati Pekalongan Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Outsourcing
Dua Pengacara Divonis 14 dan 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim Minyak Goreng
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Silaturahmi dengan Mantan Kepala Negara dan Pimpinan Parpol