Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema

- Minggu, 11 Januari 2026 | 15:25 WIB
Kiai Chaerul Saleh Ingatkan Umat: Jangan Lengah, Boikot dan Doa untuk Palestina Harus Terus Bergema

Bogor – KH Chaerul Saleh, pimpinan Majelis Al Ihya Bogor, punya pesan tegas untuk umat Islam. Di tengah situasi geopolitik yang makin mencekam, ia mengingatkan agar kita tak boleh lengah. Pembelaan terhadap Palestina harus terus digaungkan, tak boleh surut.

Menurut sejumlah saksi, kajian Ahad pagi (11/1/2026) di Majelis Al Ihya itu berlangsung khidmat. Babah Chaerul begitu ia akrab disapa menyoroti kondisi Iran yang sedang tidak stabil. Padahal, negara itu dikenal sebagai salah satu penentang Zionis Israel yang gigih. “Ada ratusan titik demonstrasi di sana, situasinya kacau,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut ada hal yang janggal.

“Bahkan sebagian pendemo disebut-sebut meneriakkan permintaan tolong kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu,” ungkap Kiai Chaerul Saleh.

Di sisi lain, ancaman dari Amerika Serikat juga ia singgung. Ancaman itu dinilainya berpotensi melemahkan negara-negara yang selama ini mendukung Palestina. Kalau begini terus, posisi Palestina bakal makin rentan. “Kecuali ada pertolongan langsung dari Allah SWT,” katanya.

Maka, ia menegaskan, kepedulian kita tak boleh berhenti. Malah harus ditingkatkan.

“Rezeki yang ada kita sisihkan untuk membantu mereka. Doa terus dipanjatkan. Dan yang penting, kita lemahkan ekonomi mereka dengan boikot yang harus terus berjalan,” serunya.

Baginya, isu Palestina ini harus terus hidup dalam pembicaraan. Kelengahan sedikit saja bisa membuat posisi kaum Muslimin terpuruk lagi. Gencatan senjata yang sekarang terjadi? Itu bukan akhir konflik. Justru, kata Babah Chaerul, itu hanya jeda bagi lawan untuk mengisi ulang kekuatan sebelum serangan berikutnya yang mungkin lebih dahsyat.

“Karena itu kita harus hati-hati. Jangan sampai lengah dan jangan sampai lemah,” tegasnya.

Namun begitu, perhatian tak hanya harus tertuju ke luar. Babah Chaerul juga mengajak jamaahnya untuk peduli pada bencana alam di dalam negeri. Khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampaknya dahsyat, meski belum ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Paling tidak, bagi yang belum punya kemampuan, doakan saudara-saudara kita agar diberi kesabaran,” pungkasnya.

Nasihatnya sederhana, tapi terasa mendalam. Di tengah dunia yang bergejolak, solidaritas dan kepedulian adalah benteng terakhir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar