Dengan pembinaan yang tepat, masyarakat bisa belajar dan menerapkan praktik pertanian mandiri dengan lebih cepat. Ini penting untuk membangun sistem pangan yang berbasis komunitas, tidak selalu bergantung pada pasokan dari luar.
Nova juga melihat kondisi global mulai dari potensi resesi hingga konflik geopolitik bisa berdampak langsung pada rak-rak pasar di Jakarta. Karena itu, persiapan jangka panjang mutlak diperlukan.
“Misalnya, mungkin ada resesi, ada segala macam, kita sudah aman,” ungkapnya.
Baginya, ketahanan pangan bukan cuma soal produksi. Stabilitas harga, distribusi yang lancar, dan daya beli masyarakat adalah mata rantai yang tak boleh putus. Maka, kebijakan yang dirumuskan dalam Pra-RKPD 2027 harus mampu menjawab semua tantangan itu secara komprehensif. Intinya, Jakarta perlu punya sumber daya pangannya sendiri.
Jadi, selain mengawasi harga, upaya membangun kemandirian pangan lokal tampaknya akan digenjot. Sebuah langkah antisipatif di ibu kota yang memang tak pernah berhenti bergerak.
Artikel Terkait
Wali Kota Bekasi Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Staf TU Diduga Kirim Video Porno ke Siswa
Wamen Bima Arya Tegaskan Penugasan Praja IPDN di Aceh Tamiang adalah Misi Kebangsaan
Golkar Prihatin dan Ingatkan Kader Usai Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK
Menaker Tegaskan THR Wajib Dibayarkan Penuh Paling Lambat H-7 Lebaran