Di Bandara Kualanamu, Selasa (3/3) lalu, suasana apel pelepasan terasa khidmat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto melepas para praja IPDN Gelombang II yang akan pulang dari penugasan. Tapi pesannya jelas: kerja mereka di Aceh Tamiang bukan cuma soal bantuan kemanusiaan biasa.
Menurut Bima, ini lebih dari itu. Ini adalah misi kebangsaan.
"Karena itu kami yakin, Pak Direktur, ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini (juga) adalah misi kebangsaan,"
tegasnya dalam keterangan tertulis di hari yang sama.
Kehadiran para praja di wilayah yang baru saja dilanda bencana, di mata Wamen, punya nilai strategis. Di satu sisi, mereka membantu pemulihan. Di sisi lain, kehadiran mereka justru memperkuat rasa persatuan dan sekaligus menjadi ujian nyata bagi pelayanan publik. Adaptasi dengan budaya lokal bukan pilihan, melainkan keharusan.
Bima menggambarkan penugasan itu bagai 'kawah candradimuka'. Sebuah tempat penempaan yang keras dan langsung. Di lapangan, segala teori di kampus diuji dengan realita yang seringkali tak terduga.
"Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,"
ujarnya merinci.
Pengalaman bergumul dengan masalah nyata inilah yang ia yakini akan menjadi bekal tak ternilai. Bayangkan saja, kelak jika mereka memimpin, mereka sudah merasakan langsung bagaimana rasanya bersama masyarakat yang bangkit dari keterpurukan. Itu modal yang sangat berharga. "Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian," pesannya lagi.
Rupanya, upaya pemulihan ini belum berakhir. Sesuai arahan Mendagri Tito Karnavian, bakal ada Gelombang III yang diberangkatkan untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah dirintis. Kolaborasi juga jadi kunci. Bima secara khusus menyebut apresiasi untuk Lion Air yang lewat program CSR-nya memfasilitasi penerbangan dua gelombang praja.
Dampaknya? Cukup signifikan. Dalam hitungan 67 hari, wajah Aceh Tamiang pelan-pelan berubah. "Kantor pemerintahan kembali buka untuk melayani publik, roda perekonomian kembali bergerak, dan warga kembali lalu-lalang," tandas Bima menggambarkan kemajuan itu.
Secara total, Kemendagri sudah mengerahkan 1.890 personel dalam dua gelombang sebagian besar adalah praja IPDN. Mereka berhasil memulihkan 37 kantor pemerintahan. Fokus Gelombang II sendiri lebih pada pemulihan empat dusun yang paling parah terdampak lumpur.
Apel pelepasan itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Wakil Rektor IPDN Arief M. Edie, Warek Bernhard Rondonuwu, hingga perwakilan dari Lion Air seperti Rachmat Diansyah Putra dan Dennis Tertian.
Artikel Terkait
Wamendagri Soroti Keberhasilan Kampung Jambon Gesikan Magelang sebagai Role Model Lingkungan
Polda Sumsel Bersihkan Masjid dan Gereja dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Trump Desak Hizbullah Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Polisi Hentikan Penyidikan Tiga Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi