ROMA Marc Marquez kembali berkuasa. Di musim MotoGP 2025, pembalap Ducati Lenovo itu sukses mengunci gelar juara dunia ketujuhnya, menegaskan statusnya sebagai sosok yang luar biasa di lintasan. Tapi, apa sebenarnya yang membuat "The Baby Alien" ini begitu sulit ditaklukkan rival-rivalnya?
Francesco Guidotti, mantan bos KTM Red Bull, punya pandangan menarik. Menurutnya, kunci dominasi Marquez tahun ini bukan cuma soal kecepatan motor. Sang pembalap asal Spanyol itu disebutnya sudah mencapai sebuah titik kedewasaan dan kualitas yang hampir-hampir sempurna, membuatnya nyaris tak tersentuh.
“Pembalap Spanyol itu telah mengambil langkah definitif dalam kedewasaannya,” ujar Guidotti.
Ia melanjutkan, Marquez sepertinya telah melewati fase perkembangan terakhirnya. Semua kesulitan, cedera, dan masa-masa sulit yang dilalui rupanya membentuknya jadi pembalap yang lebih komplet.
“Dia praktis telah mengambil langkah terakhir kedewasaan... Itu benar-benar sentuhan akhir,” sambungnya.
Memang, penampilan Marquez sepanjang 2025 terlihat sangat mengesankan. Di usia yang tak lagi muda dan dengan segudang catatan cedera di belakangnya, ia tetap menjadi sosok paling mematikan. Guidotti menegaskan, perkembangan itu mencakup aspek teknis dan mental. Kombinasi keduanya lah yang bikin dia makin berbahaya setiap balapan.
Yang lebih menakutkan, Guidotti memprediksi bayang-bayang dominasi ini akan berlanjut ke MotoGP 2026. Meski saat ini Marquez sedang dalam pemulihan cedera akibat insiden di MotoGP Indonesia, hal itu dipandang tak akan mengurangi ketajamannya. Justru, kelemahan lamanya yang sudah hilang.
Dulu, Marquez kerap dikritik karena terlalu impulsif. Bertindak spontan, ambil risiko berlebihan, tanpa terlalu pikir panjang soal konsekuensinya. Karakter itu yang dulu kadang menjerumuskannya.
Namun begitu, itu semua sudah berubah. “Sebelumnya, mungkin dia memiliki beberapa kelemahan, dan kelemahan itu, katakanlah, adalah impulsivitasnya. Sekarang dia tidak lagi memilikinya. Jadi, dia praktis tak terkalahkan,” papar Guidotti.
Sementara sang juara beristirahat, dunia MotoGP sendiri sedang memasuki masa libur musim dingin. Fokus berikutnya adalah tes pramusim, yang rencananya digelar di Malaysia awal Februari 2026, lalu dilanjutkan di Thailand. Dari sana, perjalanan baru menuju gelar berikutnya akan dimulai. Dan semua mata, sekali lagi, akan tertuju pada Marquez.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares