Nvidia Investasi Rp67 Triliun ke Teknologi Fotonika untuk Dongkrak AI

- Selasa, 03 Maret 2026 | 13:20 WIB
Nvidia Investasi Rp67 Triliun ke Teknologi Fotonika untuk Dongkrak AI

Lonjakan permintaan komputasi AI ternyata tak cuma soal chip. Nvidia, raksasa yang sudah mendominasi pasar itu, kini mengalihkan sebagian perhatiannya ke teknologi yang mungkin kurang familiar bagi awam: fotonika. Baru-baru ini, mereka mengumumkan rencana investasi besar-besaran, totalnya mencapai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp67 triliun. Dananya dialirkan ke dua perusahaan, Lumentum dan Coherent.

Kalau ditanya kenapa? Intinya, Nvidia sedang berusaha keras meningkatkan kemampuan prosesor di pusat data mereka. Dunia AI berkembang begitu cepat, dan kebutuhan komputasinya meledak-ledak. Mereka butuh solusi baru yang lebih efisien.

Reaksi pasar langsung terasa. Setelah pengumuman itu beredar, saham Coherent langsung melonjak 9 persen. Lumentum juga ikut naik, meski lebih moderat di kisaran 5 persen. Ini jelas sinyal bahwa investor melihat langkah Nvidia ini sebagai sesuatu yang strategis.

"Kami akan memanfaatkan cadangan kas yang kuat untuk memperkuat ekosistem AI," begitu kira-kira penegasan jajaran eksekutif Nvidia dalam sebuah konferensi pendapatan.

Nah, di sinilah fotonika masuk. Teknologi ini, sederhananya, menggunakan cahaya bukan sinyal listrik biasa untuk menciptakan koneksi antar chip. Hasilnya? Kecepatan inferensi yang jauh lebih tinggi dengan konsumsi daya yang lebih efisien. Makanya, tak heran jika teknologi ini kini jadi pilihan banyak pembuat chip.

Nvidia bukan satu-satunya yang melirik bidang ini. Produsen chip lain, Marvell Technology, juga sudah bergerak lebih dulu. Tahun lalu mereka mengakuisisi startup Celestial AI dengan nilai kesepakatan mencapai 3,25 miliar dolar AS. Tujuannya sama: memanfaatkan keahlian fotonika startup tersebut.

Jadi, dua kesepakatan investasi Nvidia ini punya potensi besar. Di tengarai persaingan industri AI yang semakin panas, langkah ini bisa memperkokoh posisi mereka. Mereka tak cuma mengandalkan chip andalannya, tapi juga membangun pondasi untuk infrastruktur komputasi masa depan. Sebuah langkah cerdas di tengah euforia AI yang tak kunjung reda.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar