Lonjakan permintaan komputasi AI ternyata tak cuma soal chip. Nvidia, raksasa yang sudah mendominasi pasar itu, kini mengalihkan sebagian perhatiannya ke teknologi yang mungkin kurang familiar bagi awam: fotonika. Baru-baru ini, mereka mengumumkan rencana investasi besar-besaran, totalnya mencapai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp67 triliun. Dananya dialirkan ke dua perusahaan, Lumentum dan Coherent.
Kalau ditanya kenapa? Intinya, Nvidia sedang berusaha keras meningkatkan kemampuan prosesor di pusat data mereka. Dunia AI berkembang begitu cepat, dan kebutuhan komputasinya meledak-ledak. Mereka butuh solusi baru yang lebih efisien.
Reaksi pasar langsung terasa. Setelah pengumuman itu beredar, saham Coherent langsung melonjak 9 persen. Lumentum juga ikut naik, meski lebih moderat di kisaran 5 persen. Ini jelas sinyal bahwa investor melihat langkah Nvidia ini sebagai sesuatu yang strategis.
"Kami akan memanfaatkan cadangan kas yang kuat untuk memperkuat ekosistem AI," begitu kira-kira penegasan jajaran eksekutif Nvidia dalam sebuah konferensi pendapatan.
Artikel Terkait
Prabowo Undang Jokowi dan Maruf Amin untuk Silaturahmi di Istana
AS Siap Perang Jangka Panjang dengan Iran, Operasi Gabungan Hadapi Perlawanan Sengit
Indonesia Ekspor 75 Ton Telur Ayam ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste
Hijasmita Garap Pasar Internasional dengan Fokus pada Outer Bertema Budaya