Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) baru-baru ini mengumumkan sebuah operasi militer. Menurut mereka, pasukan angkatan lautnya telah melancarkan serangan yang mereka sebut "kompleks" ke Dubai, Uni Emirat Arab. Serangan itu memakai gabungan drone dan rudal, dengan target pasukan Amerika Serikat yang berada di sana.
Tak hanya Dubai, IRGC juga mengklaim punya target lain. Mereka menyatakan telah melakukan serangan drone terhadap Pangkalan Arifjan di Kuwait. Pangkalan itu, seperti diketahui, juga digunakan untuk menampung pasukan AS.
Menurut pernyataan mereka, serangan ke Kuwait itu melibatkan sepuluh drone. Dan semua drone tersebut, klaim IRGC, berhasil mencapai sasaran. Namun begitu, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Kuwait maupun pihak AS soal klaim serangan ini. Keheningan mereka justru membuat situasi terasa makin tegang.
Artikel Terkait
Pembangunan Sabo Dam di Marapi Dimulai untuk Antisipasi Lahar Dingin
Iran Serang Kapal Tanker Sekutu AS di Selat Hormuz, Ketegangan Global Meningkat
Pemprov NTB Pastikan Seluruh PMI dan Jemaah Umrah di Timur Tengah dalam Kondisi Aman
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Tas Hitam, Ibu Kandung Ditangkap