"Kami berharap Iran dan negara-negara Arab bisa menahan diri. Dialog harus diutamakan agar sesama anggota OKI tidak terjerumus dalam konflik yang lebih dalam," paparnya.
Jalan diplomasi, menurutnya, tetap merupakan opsi terbaik untuk meredakan ketegangan dan mencari penyelesaian di kawasan itu.
Lebih luas lagi, seruan ini ditujukan kepada semua pihak. Negara mana pun, lembaga multilateral, tokoh agama, hingga kekuatan masyarakat sipil diajak bersama-sama menciptakan perdamaian global. Mereka juga mengecam segala aksi semena-mena yang berpotensi merusak peradaban.
Sebagaimana diberitakan, serangan AS dan Israel ke wilayah Iran terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman Khamenei di Teheran dilaporkan menjadi sasaran, dihujani puluhan bom.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei. Melalui unggahan di Social Truth, platform medianya, Trump menyampaikan kabar itu dengan nada khasnya.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,"
tulisnya, seperti dilansir AFP pada Minggu (1/3/2026). Pernyataan itu sekaligus mengukuhkan bahwa sang Ayatollah tewas dalam serangan yang menggemparkan itu.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Dua Pertiga Polusi Plastik di Udara Kota Berasal dari Keausan Ban
Ambulans Baru Diresmikan untuk Perkuat Layanan Darurat di Nagari Ampang Kuranji, Dharmasraya
KPK Hadiri Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji
Pemerintah DKI Petakan Komoditas Strategis untuk Kendalikan Inflasi Pangan