Dua Investor Suntik Rp3,2 Triliun untuk Pabrik Kimia Strategis di Cilegon

- Selasa, 03 Maret 2026 | 10:40 WIB
Dua Investor Suntik Rp3,2 Triliun untuk Pabrik Kimia Strategis di Cilegon

Sebuah investasi besar-besaran senilai 200 juta dolar AS akan mengalir ke proyek pabrik kimia strategis di Cilegon. Danantara Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA) resmi mendanai pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk.

Dana segar itu ditujukan untuk membangun pabrik yang dikelola anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali, di kawasan industri Banten tersebut. Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, langkah ini punya tujuan yang jelas: mengurangi impor dan mendorong hilirisasi.

“Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respons terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi yang menjadi kunci penggerak ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Dari sisi INA, Eddy Porwanto selaku Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur menambahkan poin penting. Menurutnya, peningkatan kapasitas produksi Caustic Soda dalam negeri bakal memperkuat ketahanan pasokan lokal.

“Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional,” katanya.

Lantas, sebesar apa skala proyek ini? Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, membeberkan rinciannya. Fase pertama pabrik nantinya akan mampu memproduksi 400.000 ton Caustic Soda kering dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) setiap tahunnya.

Yang menarik, produksi EDC ini tak cuma untuk pasar dalam negeri. Ada potensi ekspor di sana, yang tentu bisa menyumbang devisa dan sekaligus menunjukkan daya saing industri kimia nasional di kancah global.

Dampak langsung untuk lapangan kerja juga cukup signifikan. Selama masa pembangunan, proyek ini diperkirakan bakal menyerap sekitar 3.000 pekerja. Kemudian, saat operasional penuh dimulai pada 2027, akan tersedia kurang lebih 250 lapangan kerja tetap.

"Proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan industri Cilegon dan sekitarnya," tutur Erwin.

Kalau dilihat dari angka keseluruhannya, nilai investasi proyek CA-EDC ini mencapai sekitar 800 juta dolar AS. Tak heran, proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang fokus pada produksi bahan baku penting untuk berbagai industri, baik hulu maupun hilir.

Sebagai gambaran, Caustic Soda adalah bahan baku krusial. Ia digunakan dalam beragam proses, mulai dari pembuatan sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga industri kertas. Sementara itu, EDC adalah komponen utama untuk industri konstruksi dan pengemasan. Jadi, perannya memang vital.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar