“Bagi Amerika Serikat, 'melindungi anak-anak' dan 'menjaga perdamaian' jelas punya arti yang sangat berbeda dari yang tertulis dalam Piagam PBB,” tambah Iravani, menyiratkan kemunafikan yang dalam.
Kecaman itu bukan tanpa alasan. Media pemerintah Iran melaporkan, serangan udara pada Sabtu sebelumnya telah menghancurkan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Korban jiwa disebutkan mencapai sedikitnya 165 orang, dengan puluhan lainnya luka-luka. Kebanyakan adalah anak-anak.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan di daerah yang dimaksud. Sementara itu, pihak militer AS hanya memberikan tanggapan singkat: mereka sedang menyelidiki laporan-laporan yang beredar. Sebuah pernyataan yang kontras dengan duka dan kemarahan yang meluas di Teheran.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Niat Pelaku Penusukan Advokat di Tangerang Sudah Disiapkan
Istri Pengusaha Rokok Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kulon Progo
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan
Trump Ancam Balas Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Diduga dari Iran