Di sisi lain, IRGC juga mengklaim telah membalas dendam lebih dulu. Menurut mereka, serangan balasan Iran ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah telah menimbulkan korban signifikan di pihak Amerika.
"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang dua rudal balistik," tutur mereka, "sementara pangkalan-pangkalan lain juga digempur tanpa henti."
Klaim dari Garda Revolusi itu menyebutkan sedikitnya 560 personel militer AS tewas atau luka-luka dalam gelombang serangan tersebut. Angka yang, jika valid, menunjukkan intensitas pertukaran serangan yang luar biasa.
Situasinya kini sangat genting. Dengan hilangnya figur sentral seperti Khamenei dan munculnya ancaman balasan yang lebih luas, ketegangan di kawasan ini seakan memasuki babak baru yang lebih berbahaya. Semua pihak menahan napas, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Niat Pelaku Penusukan Advokat di Tangerang Sudah Disiapkan
Istri Pengusaha Rokok Tewas dalam Kecelakaan Maut di Kulon Progo
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam Operasi Tangkap Tangan
Trump Ancam Balas Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Diduga dari Iran