Dari Ancaman Jadi Pelopor: Joki Puncak Dilibatkan Atasi Macet

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:40 WIB
Dari Ancaman Jadi Pelopor: Joki Puncak Dilibatkan Atasi Macet

Biasanya, mereka adalah sosok yang justru bikin pusing pengendara di Jalan Raya Puncak. Tapi kali ini, ceritanya beda. Polres Bogor punya cara unik: memberdayakan para joki penunjuk jalan itu sendiri untuk ikut mengurai kemacetan. Ya, mereka yang dulu sering dianggap sebagai bagian dari masalah, kini diajak jadi bagian dari solusi.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, sudah sekitar 60 orang joki yang direkrut dan dilatih. Pelatihannya cukup beragam, mulai dari cara mengatur lalu lintas, penanganan pertama pada kecelakaan, sampai yang tak kalah penting: komitmen antipungli.

"Tadi sekitar 60 orang sudah kita rekrut, sudah kita berikan pelatihan," kata Wikha, Jumat (19/10/2025).

"Terdiri dari pelatihan pengaturan lalu lintas, pelatihan PPGD atau pelatihan penanganan pertama gawat darurat, dan pelatihan komitmen antipungli."

Inisiatif ini jelas punya target. Kawasan Puncak yang kerap jadi langganan macet parah, terutama saat momen-momen tertentu seperti tahun baru, ingin diubah wajahnya. Menurut Wikha, pelatihan dan perekrutan sudah digulirkan sebagai langkah awal.

"Untuk mengubah wajah kemacetan dari kawasan Puncak, terutama yang selalu menjadi ikon nasional dan selalu menjadi perhatian pada setiap pelaksanaan tahun baru, kita sudah melakukan perekrutan para joki dan kita sudah memberikan pelatihan," jelasnya.

Harapannya tentu saja agar kehadiran mereka justru memperlancar arus kendaraan, bukan malah menambah semrawut. Gagasannya adalah mengubah ancaman menjadi peluang.

"Jadi kita ubah yang tadinya merupakan ancaman, joki-joki merupakan ancaman, kita ubah menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pemandu lalu lintas," beber Wikha.

Nah, biar gak bingung membedakan mana joki yang 'resmi' dan mana yang liar, nantinya akan ada seragam khusus. Mereka akan dikenakan rompi kuning dan topi biru.

"Nanti ada pembedanya," ujarnya.

"Jadi rekan-rekan Supeltas kita berikan rompi, rompi kuning dan topi berwarna biru, yang itu membedakan Supltas dengan joki-joki yang sering muncul."

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar