Harapannya tentu saja agar kehadiran mereka justru memperlancar arus kendaraan, bukan malah menambah semrawut. Gagasannya adalah mengubah ancaman menjadi peluang.
"Jadi kita ubah yang tadinya merupakan ancaman, joki-joki merupakan ancaman, kita ubah menjadi sebuah peluang dan kita berdayakan mereka sebagai sukarelawan pemandu lalu lintas," beber Wikha.
Nah, biar gak bingung membedakan mana joki yang 'resmi' dan mana yang liar, nantinya akan ada seragam khusus. Mereka akan dikenakan rompi kuning dan topi biru.
"Nanti ada pembedanya," ujarnya.
"Jadi rekan-rekan Supeltas kita berikan rompi, rompi kuning dan topi berwarna biru, yang itu membedakan Supltas dengan joki-joki yang sering muncul."
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran Mulai Deras, 41 Ribu Penumpang Tiba di Jakarta Pagi Ini
Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Bandara dengan Layanan Imigrasi Terbaik Dunia
Menteri HAM: Gaya Kepemimpinan Prabowo Egaliter dan Berpihak pada Rakyat
Toyota Luncurkan Alphard XE, Varian Hybrid Termurah di IIMS 2026