Khairul mengakui, saat ini memang masih ada pembatasan layanan. Tapi ini langkah antisipasi biar gangguan nggak makin meluas. "Kondisi secara umum sudah terkendali," katanya. Yang penting, semua dana nasabah yang terdampak sudah dikembalikan sepenuhnya. Termasuk biaya administrasi akibat transaksi yang macet.
"Bank Jambi berjanji akan segera menyampaikan informasi resmi kepada nasabah setelah seluruh tahapan dinyatakan selesai,"
tegas Khairul menutup penjelasannya.
Layanan Digital Ditutup Sementara
Sebelumnya, situasi ini juga jadi perhatian Gubernur Jambi, Al Haris. Berdasarkan hasil RUPS dan RUPSLB PT Bank Pembangunan Daerah Jambi pada 25 Februari 2026, ia memastikan kondisi bank dalam keadaan aman dan terkendali.
Gubernur meminta seluruh nasabah untuk tetap tenang dan tidak panik.
Memang, layanan di kantor cabang konvensional sudah beroperasi normal. Tapi ceritanya lain untuk layanan digital. Aplikasi mobile banking dan sejenisnya, termasuk layanan tarik tunai via beberapa kanal, masih ditutup sementara. Penutupan ini untuk mendukung penyelidikan kepolisian. Ada dugaan kuat gangguan ini akibat serangan kejahatan digital yang menimpa Bank Jambi.
Artikel Terkait
Bill Clinton Sanggah Tahu Kejahatan Seksual Epstein dalam Deposisi yang Dirilis
Pakar Peringatkan Potensi Eskalasi Konflik AS-Israel-Iran ke Perang Dunia
Truk Mogok di Harmoni Picu Kemacetan Parah
Wall Street Bangkit dari Terjun Bebas Usai Serangan AS ke Iran, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Penyelamat