Di Sunter Agung, Jakarta Utara, sebuah kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga akhirnya terungkap. Pemicunya, menurut polisi, berawal dari sebuah tindakan yang dianggap melecehkan tempat ibadah sang majikan.
Keterangan itu disampaikan langsung oleh Iptu Maryati Jonggi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara. Dia menjelaskan kronologinya kepada wartawan pada Senin lalu.
"Saat itu pelaku sedang membersihkan tempat ibadah di rumahnya, namun korban iseng mengotori tempat ibadah tersebut," ujar Maryati.
Nah, dari situlah masalah mulai. Ternyata, insiden yang memicu amarah itu sudah terjadi sejak 2023. Yang cukup mengejutkan, setelah kejadian itu korban ternyata masih tetap bekerja di rumah majikan tersebut. Hubungan kerja mereka tidak putus begitu saja.
Menurut penjelasan polisi, situasi saat itu memanas karena ada kesalahpahaman. "Lalu, terjadi adanya kesalahan komunikasi antara pelaku dengan korban," ungkap Maryati lagi. Kesalahan komunikasi itu, rupanya, jadi bensin yang memicu ledakan emosi.
Artikel Terkait
Gubernur Jatim Khofifah Minta Pengibaran Bendera Setengah Tiang untuk Wafatnya Try Sutrisno
Houthi Siap Serang Bab Al-Mandab dan Laut Merah atas Perintah Iran
Pemilik Lahan Ditahan sebagai Tersangka Kematian Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran