Mendengar hal itu, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman langsung menyergap. “Sudah ngomong begitu? Padahal anaknya masih di rumah?” tanyanya, terdengar tak percaya.
“Betul, masih di rumah dan kondisinya sudah kritis,” sahut Mira. “Kami punya bukti foto dan video saat dia masih di rumah dalam keadaan parah. Dari situ, kami yakin ini adalah bentuk pembiaran atau penelantaran yang disengaja. Mereka dengan sengaja tidak membawanya ke rumah sakit.”
Klaim sakit paru-paru dari sang ayah, yang baru disampaikan ke Lisnawati di hari kematian, makin memperkuat dugaan itu. Mira lalu menyentuh sisi lain yang tak kalah pilu: selama empat tahun terakhir, ibu kandung ini hampir tak bisa berkomunikasi dengan anaknya.
Pertemuan terakhir mereka justru ketika NS sudah menjadi jenazah terbungkus kafan. Wajahnya pun tak bisa dilihat lagi.
“Lebih mirisnya lagi,” ucap Mira dengan nada berat, “di acara pemakaman, bapak kandungnya sendiri tidak hadir. Entah ke mana. Itu kejanggalan besar yang tak bisa kami pahami.”
Kehadiran sang ayah yang menghilang di momen paling kelam itu, bagi Mira dan timnya, adalah pertanyaan besar yang masih menuntut jawaban.
Artikel Terkait
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Kemenag Imbau Umat Islam Salat Khusuf
Residivis Pencuri Truk Diciduk di Lebak, Modus Ubah Warna dan Plat Nomor
Bahlil Lahadalia Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Tegas tapi Mau Mendengar
Serangan Udara di Diyala Tewaskan Empat Anggota PMF, Dituding Israel-AS