Di sisi lain, UI melalui Erwin juga menyampaikan sikap prinsipil mereka. Sebagai institusi pendidikan, mereka menghormati hak berpendapat dan menyampaikan aspirasi secara damai. Tapi ada batasannya.
Kampus itu menolak keras segala bentuk provokasi atau tindakan yang melanggar hukum. Perilaku seperti itu, menurut mereka, bertentangan dengan nilai integritas dan nalar kritis yang bertanggung jawab yang selalu mereka junjung.
Masalah lainnya adalah soal atribut. Dalam demo Jumat (27/2) itu, pelaku diduga memakai simbol-simbol institusi. UI keberatan. Penggunaan atribut tanpa izin itu berpotensi menyesatkan publik dan, yang jelas, bisa mencemari nama baik kampus serta pihak-pihak yang tak ada sangkut pautnya.
Mereka pun mengingatkan kita semua. Di tengah banjir informasi digital, masyarakat harus lebih kritis. Jangan mudah menyebar berita yang belum jelas kebenarannya. Kehati-hatian adalah kunci untuk mencegah disinformasi dan menjaga ekosinformasi publik yang sehat.
Jadi, kasusnya sudah jelas. Orang yang viral itu bukan dari UI. Kampus telah meluruskan, sekaligus menegaskan kembali posisi dan nilai-nilai yang mereka anut.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pemakaman Militer untuk Try Sutrisno di TMP Kalibata
Pekerja Tewas Tertimpa Alat Berat di Depo KBN Marunda
Konflik AS-Israel-Iran Ganggu Penerbangan Internasional, Penumpang Terjebak di Bali
Polisi Ungkap Video Viral Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian Tiga Tahun Lalu