Sebaliknya, jika pengganti Khamenei lebih memprioritaskan keselamatan rakyatnya, jalan damai mungkin terbuka. "Bila ternyata pengganti Ali Khamenei realistis dan tidak mau mengorbankan rakyatnya, bisa saja mereka menyerah," jelas Hikmahanto.
Ia lantas mengungkit pola yang pernah diterapkan AS di negara lain. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pengganti Khamenei justru berasal dari pihak yang bersedia berkolaborasi dengan Barat, atau bahkan dari luar rezim yang sekarang.
"Dan proses pergantian pemerintah akan terjadi. Bisa seperti Venezuela, pihak yang menggantikan akan bekerja sama dengan AS dan Israel," katanya.
Atau, ada opsi lain. "Bisa diambil dari tokoh yang saat ini di luar Iran, seperti anak Syah Iran yaitu Reza Pahlevi."
Masa depan Iran, dengan demikian, tergantung pada perebutan kursi kekuasaan yang sekarang kosong. Semuanya masih terbuka, dan dunia hanya bisa menunggu.
Artikel Terkait
Indonesia Peringkat Ketiga Pasar Sepeda Motor Global, Kontribusi Lebih dari 10 Persen
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat dalam Usia 90 Tahun
Mudik NTB 2026: Diskon Tiket dan Tantangan Keselamatan di Jalur Darat-Laut
Manchester United Geser Aston Villa ke Posisi Tiga Usai Dramatis di Old Trafford