Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan militer gabungan. Menurut informasi yang beredar, Israel dan Amerika Serikat berada di balik operasi tersebut. Berita ini tentu saja mengguncang peta politik Timur Tengah dan memunculkan satu pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan Khamenei?
Menyoroti hal ini, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, memberikan pandangannya. Ia menyebutkan ada kabar yang menyatakan putra Ali Khamenei mungkin akan naik.
"Saat ini saya dengar penggantinya adalah putra Ali Khamenei," ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Namun begitu, Hikmahanto mengingatkan bahwa konstitusi Iran punya aturan lain. "Kalau menurut konstitusi Iran, bila tidak ada Ayatollah, yang pegang kekuasaan adalah Presiden, Ketua MA, dan seorang wakil dari Mullah," tambahnya.
Nasib konflik ke depan sangat bergantung pada karakter pemimpin baru itu nanti. Jika sosok pengganti bersikap keras dan konfrontatif terhadap AS serta Israel, perang berpotensi berkepanjangan. Situasinya bisa berubah total.
Artikel Terkait
Indonesia Peringkat Ketiga Pasar Sepeda Motor Global, Kontribusi Lebih dari 10 Persen
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat dalam Usia 90 Tahun
Mudik NTB 2026: Diskon Tiket dan Tantangan Keselamatan di Jalur Darat-Laut
Manchester United Geser Aston Villa ke Posisi Tiga Usai Dramatis di Old Trafford