Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas

- Minggu, 01 Maret 2026 | 12:15 WIB
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas

Turki

Kalau Turki agak lain ceritanya. Negara ini tidak punya aturan nasional yang memerintahkan pemotongan jam kerja. Namun begitu, banyak perusahaan punya inisiatif sendiri. Misalnya, dengan memajukan jam masuk agar karyawan bisa pulang lebih cepat, tepat sebelum azan maghrib berkumandang.

Mesir

Di Mesir, jam operasional kantor pemerintah dan sebagian bisnis swasta biasanya menyusut jadi lima atau enam jam saja. Meski penerapannya bisa beda-beda antar sektor, suasana kota secara keseluruhan terasa lebih santai.

Pakistan

Pemerintah Pakistan biasanya memangkas jam kerja pegawai negerinya. Cukup lima sampai enam jam per hari. Banyak perusahaan swasta pun mengikuti jejak ini, sebagai bentuk dukungan kepada karyawan yang berpuasa.

Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Secara hukum, tidak ada peraturan pusat yang mewajibkan pemendekan jam kerja. Tapi pada kenyataannya, banyak sekali instansi pemerintah dan perusahaan swasta yang melakukan penyesuaian. Entah itu dengan memotong jam, atau memberi sistem kerja yang lebih fleksibel. Semuanya demi mendukung karyawan yang puasa.

Malaysia

Kondisi di Malaysia mirip dengan tetangganya, Indonesia. Tidak ada aturan nasional yang mengikat semua sektor. Tapi, mempersingkat jam operasional atau menerapkan kerja fleksibel selama Ramadan adalah hal yang sangat umum ditemui.

Sebuah Bentuk Adaptasi Global

Dari sekian contoh di atas, terlihat jelas bagaimana kebijakan ketenagakerjaan bisa lentur menyesuaikan dengan kebutuhan sosial dan keagamaan. Mekanismenya memang berbeda dari satu negara ke negara lain. Namun, esensinya sama: menjaga produktivitas kerja tanpa mengabaikan kekhusyukan ibadah.

Pada akhirnya, fenomena ini menunjukkan satu hal. Ramadan bukan sekadar peristiwa spiritual yang personal. Ia adalah momentum yang punya pengaruh nyata, mampu mengubah dinamika sosial dan ekonomi secara global. Ritme dunia sedikit melambat, memberi ruang untuk hal-hal yang lebih hakiki.

(Adrian Bachtiar)

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar