Sabtu dini hari, sekitar pukul empat pagi, jalanan sepi di KM 84.700 Tol Malang-Pandaan (MaPan) tiba-tiba riuh. Suara benturan keras mengakhiri perjalanan dua kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Kecelakaan maut itu melibatkan sebuah minibus Toyota Hiace dan sebuah truk.
Minibus bernopol B 7769 TDB itu dikemudikan AL (32), warga Jakarta Selatan. Menurut informasi, kendaraan itu membawa 15 orang sopir, kernet, dan 13 penumpang dari Jakarta menuju Malang. Di lajur kiri, sebuah truk dengan nopol L 9322 UK yang dikendarai TH (47) asal Porong, Sidoarjo, berjalan searah.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin, menjelaskan kronologinya. Awalnya, Hiace itu melaju kencang di lajur kanan. Namun, di lokasi kejadian, pengemudinya diduga kehilangan konsentrasi.
"Ketika sampai di lokasi kejadian, kendaraan tersebut tiba-tiba menabrak sudut kanan belakang dump truck yang disopiri TH (47), warga Porong, Sidoarjo, berjalan searah di lajur kiri. Pengemudi diduga mengalami kelelahan sehingga microsleep saat mengemudi, dan menabrak dump truk di depannya," ucap Alif Chelvin.
Dugaan sementara, sang sopir tertidur sejenak karena kelelahan. Ia tak menyadari ada truk di depannya yang melambat di tepi kiri jalan.
Benturannya hebat. Dua orang di dalam minibus, kernet dan seorang penumpang, tewas seketika di tempat kejadian. Nasib nahas juga menimpa sopir dan 12 penumpang lain yang selamat, mereka mengalami berbagai luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
“Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di RS Prima Husada dan RS Lawang Medika, sedangkan dua korban meninggal dunia dievakuasi ke RSSA Malang,” tuturnya.
Kedua korban jiwa itu adalah Syayidina Hamdan (32) asal Brebes, Jawa Tengah, dan kernet minibus tersebut, Rezi Febriayu (36) warga Jakarta Timur.
Di sisi lain, proses penanganan langsung dilakukan. Petugas gabungan dari Satlantas, PJR, dan Jasa Marga turun ke lokasi. Mereka mengamankan TKP, barang bukti, dan mengumpulkan rekaman CCTV untuk penyelidikan.
“Kami telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Perkara ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Malang,” jelas Chelvin.
Menyikapi musibah ini, pihak kepolisian mengingatkan hal yang sering dianggap sepele. Mereka mengimbau para pengendara, khususnya yang melintas di jam rawan dini hari, untuk benar-benar memastikan kondisi fisik sebelum menyetir.
“Jika merasa lelah atau mengantuk, segera menepi dan beristirahat di rest area. Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Kasatlantas. Imbauan yang sederhana, tapi nyatanya masih sering diabaikan.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar