Pernyataannya tentu saja menambah panas spekulasi yang sudah berembus kencang ke seluruh penjuru dunia.
Tapi narasi dari Iran sama sekali berbeda. Kantor-kantor berita resmi seperti Tasnim dan Mehr memberitakan Khamenei masih hidup. Ia dikabarkan tetap memimpin pertahanan negara dari balik layar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran lebih gamblag lagi. Ia memastikan presiden dan pemimpin tertinggi dalam keadaan "aman dan sehat."
Otoritas setempat lantas meminta warganya untuk tetap tenang. Mereka menyebut kabar yang beredar hanyalah bagian dari "perang mental" yang dilancarkan musuh.
Lalu, mana yang bisa dipercaya? Situasinya memang serba abu-abu. Seperti dilaporkan The Guardian, belum ada konfirmasi independen yang bisa memastikan nasib Khamenei. Kedua belah pihak punya kepentingan besar untuk memenangkan narasi. Israel dan AS punya motif politiknya, Iran punya kewajiban untuk menjaga stabilitas.
Khamenei bukan figur sembarangan. Sejak 1989, pria ini telah menjadi poros kekuasaan di Iran. Sebagai Pemimpin Tertinggi, pengaruhnya mutlak. Ia adalah kepala negara, panglima tertinggi militer, dan punya kendali penuh atas aparat keamanan serta Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sangat perkasa.
Hingga Minggu ini, dunia masih menunggu kejelasan. Ketegangan yang sudah memuncak di kawasan itu kini ditambah satu ketidakpastian besar. Nasib satu orang bisa menentukan arah angin geopolitik. Dan semua mata tertuju ke Teheran, menanti kabar yang sesungguhnya.
Artikel Terkait
Toyota Veloz Hybrid Resmi Dijual di Indonesia, Harga Mulai Rp 299 Juta
Tokoh MUI Desak China dan Rusia Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel
Kemendikdasmen Gelar Bedah Buku UAS, Menteri Mu’ti: Perkuat Literasi dan Integritas ASN
Serangan di Sekolah Dasar Iran Tewaskan 108 Orang, Dikecam sebagai Kejahatan Perang