Makassar - Langit Timur Tengah kembali gelap oleh kabar yang mengguncang. Sabtu lalu, serangan gabungan yang diklaim dilakukan Israel dan AS menyasar titik vital di Teheran. Yang terjadi setelahnya? Sebuah klaim luar biasa dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menyebut ada indikasi kuat bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut.
Namun begitu, dari Teheran datang bantahan keras. Pemerintah Iran dengan tegas menyatakan sang Ayatollah dalam kondisi aman dan tetap memegang kendali.
Dalam siaran televisi, Netanyahu bersikukuh dengan klaimnya. Operasi militer mereka, katanya, telah "melenyapkan pejabat senior rezim, komandan Garda Revolusi, dan tokoh kunci program nuklir."
Ia menegaskan, serangan belum berakhir. "Operasi akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan," ujarnya, dengan menyebut ribuan target strategis lainnya masih dalam bidikan.
Media Israel N12 bahkan melaporkan, Netanyahu disebut-sebut telah menerima bukti foto jenazah Khamenei. Dua sumber Israel yang berbicara pada CNN Internasional juga mengonfirmasi kabar dugaan kematian itu, sembari mengatakan pengumuman resmi sedang disiapkan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut memberi bahan bakar. Saat diwawancarai NBC News, ia menyatakan Washington percaya laporan dari Israel itu benar.
"Kami merasa itu adalah cerita yang benar," kata Trump.
Artikel Terkait
Tokoh MUI Desak China dan Rusia Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel
Kemendikdasmen Gelar Bedah Buku UAS, Menteri Mu’ti: Perkuat Literasi dan Integritas ASN
Serangan di Sekolah Dasar Iran Tewaskan 108 Orang, Dikecam sebagai Kejahatan Perang
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 3,085 Juta per Gram