Suasana di perbatasan Afghanistan dan Pakistan masih tegang. Bentrokan bersenjata yang pecah beberapa hari lalu meninggalkan korban di kedua belah pihak. Namun, di tengah panasnya situasi, Kabul justru mengulurkan tangan untuk berdamai.
Pemerintah Taliban, yang kini memegang kendali di Afghanistan, menyatakan kesediaannya untuk menyelesaikan perselisihan ini lewat jalur diplomasi. Mereka terbuka untuk duduk bersama dalam sebuah dialog dengan Pakistan.
“Kami sudah berkali-kali menekankan soal solusi damai. Hingga sekarang, kami masih ingin masalah ini diselesaikan lewat perbincangan,” ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah konferensi pers di Kandahar, Sabtu lalu.
Menurut Mujahid, meski tawaran dialog disampaikan, pesawat militer Pakistan masih terlihat mengudara di wilayah Afghanistan. Ini terjadi beberapa jam setelah Islamabad melancarkan serangan udara ke sejumlah kota, termasuk Kabul dan Kandahar.
Korban jiwa pun berjatuhan. Dari pihak Afghanistan, sedikitnya 13 tentara dilaporkan tewas dan 22 lainnya luka. Tidak hanya itu, sekitar 13 warga sipil juga mengalami cedera dalam insiden tersebut.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Hukuman Maksimal untuk Paman Pelaku Penyiksaan Balita di Surabaya
AS dan Israel Serang Iran, Teheran Balas dengan Rudal ke Israel
Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv
Wamenparekraf: Harmoni Imlek Nusantara Bukti Akulturasi dan Penggerak Ekonomi