Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv

- Minggu, 01 Maret 2026 | 06:00 WIB
Serangan Rudal Iran Tewaskan Satu Warga dan Lukai Puluhan di Tel Aviv

Suasana malam di Tel Aviv pecah oleh dentuman keras. Serangan rudal Iran menghantam kota itu pada Sabtu (28/2), meninggalkan korban jiwa dan puluhan luka. Menurut laporan terbaru, satu orang tewas dan setidaknya 20 lainnya mengalami luka-luka.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Mereka mengevakuasi dua puluh korban ke berbagai rumah sakit. Salah satunya adalah seorang pria yang kondisinya dilaporkan serius.

Namun, nasib lebih buruk menimpa seorang perempuan.

"Paramedis telah mengkonfirmasi kematian seorang wanita berusia 40-an dengan luka parah," jelas pernyataan resmi MDA.

Sebelum dinyatakan meninggal, tim sempat memberikan perawatan darurat di tempat kepada wanita tersebut, yang saat itu ditemukan tidak sadarkan diri dengan kondisi kritis akibat luka serius.

Di lapangan, kekacauan terlihat jelas. Wartawan AFP dan sejumlah stasiun TV Israel melaporkan pemandangan petugas pertolongan pertama dan pemadam kebakaran yang berjibaku di beberapa titik di Tel Aviv. Kerusakan fisik pada bangunan-bangunan kota menjadi bukti nyata kerasnya serangan itu.

Serangan ini bukan datang tiba-tiba. Aksi Iran ini dilihat sebagai bagian dari gelombang balasan yang mereka lancarkan. Militer Iran, sepertinya, tak mau tinggal diam setelah wilayahnya sendiri dihujani rudal-rudal dari Israel dan Amerika Serikat.

Bahkan, wilayah lain di kawasan juga ikut merasakan dampaknya. Menurut informasi, salah satu serangan terbaru Iran terjadi di Doha, Qatar, tepatnya pada Sabtu malam waktu setempat.

Sebuah sumber diplomatik yang berbicara kepada AFP menyebutkan, serangan itu menargetkan pangkalan militer Al Udeid di dekat Doha.

"Qatar menjadi sasaran 44 rudal dan delapan drone... dengan delapan orang terluka termasuk satu orang dalam kondisi kritis," ujar diplomat tersebut.

Serangan itu dikabarkan berhasil merusak sistem radar di pangkalan tersebut.

Dengan situasi seperti ini, ketegangan di Timur Tengah jelas semakin memanas. Puncaknya, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS dan Israel di Teheran. Kabar ini semakin mengokohkan betapa runyamnya konflik yang sedang berlangsung.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar