Taliban Tawarkan Dialog ke Pakistan di Tengah Korban Berjatuhan di Perbatasan

- Minggu, 01 Maret 2026 | 03:25 WIB
Taliban Tawarkan Dialog ke Pakistan di Tengah Korban Berjatuhan di Perbatasan

Mujahid terlihat kesal. Dia menilai Pakistan sepertinya tidak punya kemauan untuk menyelesaikan masalah secara damai. “Mereka tidak menunjukkan itikad baik untuk dialog,” katanya.

Di sisi lain, Taliban juga mengklaim memberi pukulan balasan yang keras. Mereka menyebut 55 tentara Pakistan tewas dan banyak yang terluka. Sebanyak 19 pos militer di perbatasan dikatakan hancur.

“Kami saat ini memegang 23 jenazah tentara Pakistan. Beberapa lainnya kami tahan, dan jumlah pastinya akan kami umumkan kemudian,” sebut Mujahid tegas.

Soal tuduhan Pakistan bahwa kelompok Taliban Pakistan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai basis serangan, Mujahid membantahnya mentah-mentah. Klaim itu, katanya, tidak berdasar.

Bentrokan sengit antara kedua negara tetangga ini mulai memanas sejak Kamis malam. Awalnya, Kabul melancarkan serangan balasan ke Pakistan sebagai jawaban atas serangan udara yang dilakukan Islamabad.

Pakistan tak tinggal diam. Esok paginya, Jumat, mereka membalas dengan membombardir beberapa wilayah di Afghanistan. Ibu kota Kabul tidak luput, sama seperti Kandahar dan Paktia. Situasi kini masih belum pasti, meski tawaran damai telah mengambang di udara.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar