Polda Metro Jaya Kerahkan 722 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:30 WIB
Polda Metro Jaya Kerahkan 722 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nasional di Lapangan Banteng

Jakarta bersiap merayakan Imlek. Di Lapangan Banteng, nanti, bakal ramai sekali. Untuk mengantisipasi keramaian itu, Polda Metro Jaya tak main-main. Mereka mengerahkan ratusan personel gabungan demi keamanan Perayaan Puncak Imlek Nasional yang digelar di sana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, memberikan rinciannya pada Sabtu lalu. "Jumlah personel yang kami siapkan untuk pengamanan acara ini mencapai 722 personel," ujarnya.

Dari angka itu, sebanyak 401 personel berasal dari internal Polda Metro Jaya. Kemudian, TNI menyumbang 125 personel. Sementara sisanya, berasal dari unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Budi juga menyampaikan imbauan untuk masyarakat. Ia meminta para calon pengunjung agar selalu waspada, menjaga keselamatan diri, dan memerhatikan barang bawaan. "Informasi lalu lintas juga bisa berubah sewaktu-waktu, jadi selalu perbarui info," pesannya.

"Kalau butuh bantuan, silakan hubungi Call Center 100 Kepolisian," tambah Budi.

Perayaan kali ini memang istimewa. Bertajuk Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara, acara ini akan berlangsung cukup panjang, dari 17 Februari hingga 3 Maret 2026. Lapangan Banteng dipilih sebagai lokasi utamanya, dengan tagline "Harmoni Nusantara".

Yang menarik, perayaan Imlek tahun depan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Momen ini diharapkan bisa jadi ruang refleksi bersama, memperkuat kerukunan antarumat beragama dan seluruh masyarakat.

Rangkaian acaranya pun beragam. Mulai dari Festival Lentera yang pasti memukau, Pasar Kuliner yang menggiurkan, hingga area Seni & Kreatif. Ada juga Museum Terbuka yang mengangkat akulturasi budaya Tionghoa, cek kesehatan gratis, dan ornamen film ikonik seperti "Jumbo" dan "Pelangi di Mars".

Puncak acaranya sendiri jatuh pada 28 Februari 2026. Hari itu, Lapangan Banteng akan dihidupkan oleh atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik, tari tradisional, serta penampilan seniman nasional. Semuanya dirancang sebagai simbol harmoni dan persatuan bangsa.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar