"Setelah jalan dibangun, petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mobilisasi gabah kering panen. Ini sangat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Lebak,"
jelas Hasbi.
Gambaran tentang betapa sulitnya kondisi sebelumnya datang dari Uswani (50), Ketua RT Kampung Ranca setempat. Jalan yang rusak parah memaksa warga memakai jasa panggul sebuah solusi yang mahal dan tidak efisien.
"Sekarang? Alhamdulillah, semuanya jadi lebih mudah," ucap Uswani.
Andra berharap, kondisi keuangan provinsi yang semakin baik dapat mendorong percepatan program serupa. Pada tahun anggaran 2026 ini saja, di Kabupaten Lebak sudah dibangun 11 ruas jalan baru lewat program Bang Andra. Prioritasnya jelas: mendukung sektor ketahanan pangan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa.
Peninjauan di tengah sawah itu bukan sekadar seremonial. Ia adalah pengingat bahwa infrastruktur sederhana sekalipun, jika tepat sasaran, bisa langsung meringankan beban dan membawa perubahan nyata.
Artikel Terkait
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran
TNI AU Gelar Bazar Murah di Makassar untuk Rayakan HUT ke-80
Kru Ambulans Dikerjai, Panggilan Darurat Dijadikan Modus Penagihan Utang