Jumat lalu, suasana di Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Lebak, tampak berbeda. Gubernur Banten Andra Soni turun langsung meninjau proyek Jalan Desa Luwuk-Grewel yang baru saja selesai. Di tengah hamparan sawah yang luas, ia berjalan menyusuri jalan beton selebar tiga meter itu, didampingi oleh Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Jalan sepanjang 2,9 kilometer ini bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi nadi kehidupan bagi petani di sana, menghubungkan sekitar 200 hektare lahan persawahan. Proyek yang digarap lewat program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) ini dibiayai penuh oleh APBD Provinsi Banten, menggantikan kondisi jalan sebelumnya yang rusak parah.
Andra Soni dengan jelas menyoroti dampak nyata pembangunan ini. Dulu, untuk mengangkut setiap karung hasil panen, petani harus merogoh kocek tambahan sekitar Rp 10 ribu. Sebuah beban yang terus menggerogoti pendapatan mereka.
"Sekarang jalannya sudah bagus, petani tidak lagi dibebani biaya angkut. Semua bisa dibawa sendiri,"
kata Andra, menegaskan bahwa program ini memang diarahkan untuk mendongkrak produktivitas petani. Pengurangan biaya produksi itu, menurutnya, langsung terasa di kantong para petani.
Di sisi lain, Bupati Hasbi menambahkan konteks yang lebih luas. Pembangunan ini, katanya, punya dampak strategis.
Artikel Terkait
Trem Tergelincir di Milan, Satu Tewas dan Puluhan Luka
Karantina Jambi Perketat Pengawasan Daging Ayam untuk Jamin Keamanan Pangan
BNPB Siapkan InaRISK dan Siaga 24 Jam Antisipasi Bencana Saat Mudik Lebaran 2026
Jenazah Petani Ditemukan di Hutan Pasuruan, Diduga Tersesat Saat Cari Kerja