Ia melanjutkan dengan rinci, pemeriksaan kualitas itu dilakukan berlapis. Mulai dari saat produk diterima, selama masa penimbunan, hingga sesaat sebelum diisikan ke pesawat. Rantai pasok yang panjang ini diawasi ketat agar produk akhir yang sampai ke pelanggan dalam hal ini, pesawat terbang benar-benar terjaga mutunya.
Lalu, bagaimana dengan persiapan menghadapi puncak momen mudik? Pertamina Patra Niaga sudah menyiapkan skenarionya. Mereka tak hanya memastikan stok avtur aman, tapi juga BBM dan LPG. Semua dalam kondisi siap salur.
Yosep Iswadi, VP Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, turut menambahkan penjelasan. Timnya telah membuat proyeksi kebutuhan avtur untuk periode rentan tersebut. Kesiapan stok, sarana, dan fasilitas di seluruh terminal, terutama di bandara-bandara yang diperkirakan bakal ramai, telah dipantau secara khusus.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga keandalan pasokan agar operasional penerbangan dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” pungkas Yosep.
Jadi, intinya, dari Halim hingga ke bandara-bandara lain di Nusantara, Pertamina mengklaim telah menyiapkan segala sesuatunya. Tujuannya satu: agar perjalanan mudik masyarakat lewat udara tahun depan bisa berjalan tanpa kendala berarti dari sisi pasokan bahan bakar.
Artikel Terkait
Kaspersky Ungkap Skema Phishing Baru yang Menyamar sebagai Notifikasi Google Tasks
Agung Sedayu Group Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 500 Anak Yatim di PIK
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung