Beberapa hari lalu, suasana di Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma ramai oleh kunjungan tamu. Para pemimpin redaksi dan perwakilan pemerintah hadir untuk menyaksikan langsung kesiapan Pertamina Patra Niaga. Fokusnya jelas: memastikan distribusi dan kualitas avtur benar-benar aman, terutama untuk menyambut puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026 nanti.
Corporate Secretary PT Pertamina, Arya Dwi Paramita, yang hadir dalam kesempatan itu, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas. "Kami ingin menunjukkan secara langsung bagaimana Pertamina memastikan ketersediaan dan kualitas avtur yang digunakan dalam operasional penerbangan," ujar Arya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, momen seperti ini penting untuk menunjukkan kesiapan operasional perusahaan. Terutama saat menghadapi Ramadan dan Idulfitri, di mana lonjakan jumlah penerbangan hampir dipastikan terjadi.
Nah, soal terminalnya sendiri, Arya menjelaskan bahwa AFT Halim bukanlah sembarang tempat. Ini salah satu simpul vital distribusi avtur nasional. Fungsinya ganda: selain melayani maskapai komersial, ia juga mendukung operasional TNI AU dan penerbangan khusus lainnya. Makanya, standar pengelolaannya dijalankan dengan sangat ketat. Segala prosedur keselamatan dan keamanan dipatuhi tanpa kompromi.
Di sisi lain, Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, memberi gambaran yang lebih luas. Terminal Halim ini cuma satu dari 72 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina di seluruh Indonesia. Tapi perannya cukup signifikan. Untuk wilayah Jawa Bagian Barat, Halim adalah yang terbesar kedua dalam hal volume penyaluran.
“Kami memastikan kualitas avtur yang disalurkan kepada seluruh pelanggan sesuai dengan spesifikasi dan standar internasional,” tegas Roberth.
Artikel Terkait
Kaspersky Ungkap Skema Phishing Baru yang Menyamar sebagai Notifikasi Google Tasks
Agung Sedayu Group Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 500 Anak Yatim di PIK
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung