Pencarian MH370 Bergulir Lagi, Target Ditemukan Akhir 2025

- Rabu, 03 Desember 2025 | 11:48 WIB
Pencarian MH370 Bergulir Lagi, Target Ditemukan Akhir 2025

Setelah jeda beberapa bulan, pencarian untuk menemukan MH370 akan dimulai lagi. Kementerian Transportasi Malaysia mengonfirmasi hal ini pada Rabu lalu. Mereka menyatakan operasi baru akan bergulir menjelang akhir tahun depan, tepatnya 30 Desember 2025.

Sudah sepuluh tahun berlalu sejak pesawat Boeing 777 itu lenyap. Tanggal 8 Maret 2014 menjadi catatan kelam, ketika penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing tiba-tiba menghilang dari radar bersama 239 orang di dalamnya. Rasa penasaran dan duka yang tertunda masih membekas, terutama bagi keluarga korban.

Mayoritas penumpang, sekitar dua pertiganya, merupakan warga China. Tapi daftar penumpangnya juga mencakup orang-orang dari Malaysia, Indonesia, bahkan beberapa dari Prancis dan Amerika Serikat. Tragedi ini benar-benar berskala global.

Tak bisa dimungkiri, upaya mencari MH370 adalah yang terbesar dan paling mahal dalam sejarah penerbangan. Meski begitu, hasilnya nihil. Ketidakpastian ini, tentu saja, melahirkan segudang teori dan spekulasi yang terus beredar hingga kini.

Menurut pernyataan resmi kementerian, pihak yang akan memimpin operasi kali ini tetap Ocean Infinity, perusahaan eksplorasi maritim asal AS.

“Pencarian di laut dalam untuk menemukan puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang akan dilanjutkan pada 30 Desember 2025,” begitu bunyi pengumuman mereka, seperti dilaporkan AFP.
“Ocean Infinity akan melakukan pencarian di area target yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan pesawat tersebut.”

Jalur pencarian ini memang berliku. Operasi besar-besaran sempat dihentikan pada awal 2016, lalu dihidupkan kembali. Upaya terakhir yang dipimpin Ocean Infinity di wilayah selatan Samudera Hindia pun akhirnya ditangguhkan lagi pada April tahun ini. Nah, kini mereka akan mencoba lagi, dengan harapan yang tak pernah pupus.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar