Gubernur Khofifah Wanti-wanti Lonjakan Harga Cabai Rawit Pengaruhi Inflasi Jatim

- Jumat, 27 Februari 2026 | 17:45 WIB
Gubernur Khofifah Wanti-wanti Lonjakan Harga Cabai Rawit Pengaruhi Inflasi Jatim

Ia punya ide yang agak modern. Di era serba digital ini, kenapa tidak pasang layar digital yang menampilkan harga pokok di tiap pasar? Dengan sistem yang terhubung, perbedaan harga yang mencolok bisa langsung ketahuan dan jadi bahan pembicaraan.

"Apa tidak bisa dipasang layar digital? Dengan begitu bisa dimonitor, kenapa cabai di satu pasar Rp82.000, sementara di pasar lain Rp55.000. Digital ecosystem harus kita maksimalkan sebagai alat kontrol," tegas mantan Mensos itu.

Urusan cabai ini memang sering jadi pembahasan tingkat tinggi. Khofifah bahkan bercerita pengalamannya dulu di kabinet. Presiden Joko Widodo kerap berseloroh bahwa mungkin cuma di Indonesia lah cabai rawit dibahas dalam rapat kabinet, begitu pengakuannya.

"Karena dampaknya terhadap inflasi memang signifikan," ucap Khofifah.

Di sisi lain, ada juga solusi yang lebih sederhana dan langsung bisa dilakukan masyarakat. Khofifah mendorong warga Jatim untuk menanam sendiri cabai di pekarangan. Gagasan ini bukan baru. Dulu saat jadi menteri, dia sudah membagikan bibit cabai, termasuk untuk ditanam di rumah dinas menteri.

"Ini sederhana, tetapi bisa membantu menekan inflasi," bebernya.

Jadi, menyambut Ramadan dan Idulfitri nanti, Khofifah menekankan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Semua itu harus berjalan beriringan. Soal cabai, tampaknya perang melawan inflasi memang harus dimulai dari halaman rumah sendiri.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar